Rabu, 07 Oktober 2015

Laporan KBPM UKAW2015 SABU TENGAH DESA BEBAE

LAPORAN AKHIR KELOMPOK
KBPM UKAW TAHUN 2015

DI LOKASI : DESA BEBAE
KECAMATAN SABU TENGAH
KABUPATEN SABU RAIJUA
 







NAMA- NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

APNIEL LORO
12190012
EKO/AKNTS
BENYAMIN D. LIMU
11130046
KIP/BING
BUKMAN E. SELI KEBA
12320051
KIP/PJKR
CHRISTIAN RABE
12320052
KIP/PJKR
DESRYANUS N. TARI
12130047
KIP/BING
KESYA ROHI NGURU
11130122
KIP/BING
NELSON LEDOH
1511114
KIP/BIO
SAUL W. MANIYENI
12158069
KIP/BIO
SHANTY ROHI
12310103
HUKUM
SIMON P. BENYAMIN
12190060
EKO/AKNTS
SEPRI A. MIHA LENA
11190058
EKO/AKNTS
YURI BALU
12320371
KIP/PJKR

UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA
KUPANG
2015


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan bimbingannya kami dapat menyelesaikan Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM)  di Desa Bebae Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua, terhitung tanggal 05 Juli 2015 sampai tanggal 02 September 2015 dengan baik.
Ketika kami diturunkan ke lokasi, kami telah dibekali dengan berbagai materi yang didapat di kampus  dan dengan berbagi pengalaman yang dimiliki, kami dapat menerapkannya secara langsung di lapangan sehingga kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) dapat mencapai sasaran pembangunan di desa yang utuh, menyeluruh dan efisien.
Tujuan dari penulisan laporan Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) yaitu sebagai persyaratan akademis pada jenjang pendidikan Strata satu (S1) UKAW Kupang. Selain itu laporan ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan informasi bagi pemerintah dan masyarakat mengenai pelaksanaan KBPM di Desa Bebae. Laporan ini ditulis berdasarkan kenyataan-kenyataan yang di jumpai di lokasi selama kurang lebih dua bulan.
Kami menyadari bahwa pelaksanaan Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) tidak terlaksana dengan baik tanpa ada bimbingan, motivasi dan dukungan dari semua pihak. Oleh karena  itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
*      Bapak Frankie J. Salean, SE, MP selaku rektor UKAW yang bertanggung jawab dalam kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM).
*      Bapak Dr. Ir. Yohanes Merryanto, M.Si selaku ketua panitia Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) tahun 2015.
*      Bapak Dr. Ir. Yohanes Merryanto, M.Si selaku kepala LPM kegiatan balajar dan pendampingan masyarakat (KBPM) tahun 2015.
*      Bapak Drs. Y Hano, M. Pd selaku dosen pendamping Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) tahun 2015.
*      Bapak Dominggus Haba Gea selaku Kepala Desa Bebae yang berkenan menerima kami untuk melaksanakan Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) tahun 2015.
*      Bapak Melkianus Kale Here selaku Kaur Pemerintahan yang telah meluangkan waktunya untuk membantu kami dalam pengambilan data-data desa.
*      Bapak Yunus Lay selaku dusun III yang selalu membantu kami dalam pelaksanaan KBPM di Desa Bebae.
*      Seluruh teman- teman pemuda / i dan seluruh masyarakat Desa Bebae yang sudah membantu kami selama berlangsungnya Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) tahun 2015.
Kami menyadari bahwa laporan ini masi jauh dari tingkat kesempurnaan, baik dari sisi pengkajian maupun dari sisi analisis program berdasarkan skala prioritas yang diterapkan secara nyata, efektif dan tepat guna, oleh karena itu kritik, usul dan saran yang membangun sangat kami harapkan  dari para pembaca guna melengkapi kekurangan kami yang berkaitan dengan penulisan laporan ini.
Kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua demi tercapainya pembangunan yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat dan akhirnya kami ucapkan terima kasih Tuhan memberkati.


                                                                                               
                                                                                    Kupang,    September 2015



                                                                                           Kelompok KBPM




DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan
i
Kata Pengantar………………………………………………………………………………..........
ii
Daftar Isi………………………………………………………………………………...………….
iv
Daftar Tabel..……………………………………………………………………………………….
vi
Daftar Lampiran……………………………………………………………………….…..............
vii
BAB
I
PENDAHULUAN……………………………………………..…….……………
1


1.1.
Latar Belakang…………………………………....……............................
1


1.2.
Tujuan Pelaksanaan Kegiatan KBPM…………...………………………..
2


1.3.
Manfaat Kegiatan KBPM………………………….…..…........................
3


1.4.
Sasaran  …………………………………………………..…………….…
4
BAB
II
HASIL PENGKAJIAN DESA SASARAN………………………..…………...
6


2.1.
Deskripsi Umum Desa Sasaran…………………………..………………
6


2.2.
Sejarah Terbentuknya Desa Sasaran…………………….……………….
6


2.3.
Mata Pencaharian Penduduk……………………………………………....
9


2.4.
Agama Dan Kepercayaan………………………………………….……….…
9


2.5.
Sarana Peribatan………………………………………………………….
9


2.6.
Potensi Sumber Daya Manusia Dan Sumber Daya Alam………………………………………………………….

10



2.6.1.   Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)………………
10



2.6.2.   Potensi Sumber Daya Alam (SDA)………………
12


2.7.
Peluang Pengembangan SDA Dan SDM……………………
12



2.7.1.   Peluang Sumber Daya Manusia (SDM)………………
12



2.7.2.   Peluang Sumber Daya Alam (SDA)……………………
13


2.8.
Analisis Kelemahan…………………………………..…….
14


2.9.
Hambatan……………………………………………………
16


2.10.
Isu-Isu Perubahan Yang Fundamental………………………
19
BAB
III
IDENTIFIKASI MASALAH DAN RENCANA KEGIATAN......
20


3.1.
Deskripsi Masalah Berdasarkan Bidang Pembangunan…..
0


3.2.
Penentuan Masalah Berdasarkan Skala Prioritas
 Atau Urgensi……………………………………………….
22
22


3.3.
Penentuan Rencana Kegiatan  Berdasarkan Urgensi…….........
22



3.3.1.
Kegiatan Fisik…………………………………………..…………..
22



3.3.2.
Kegiatan Nonfisik…………………………………
22
BAB
IV
PELAKSANAAN KEGIATAN / PROGRAM……………………..
24


4.1.
Kegiatan  Fisik……………………….....................................
24


4.2.
Kegiatan  Nonfisik……………………………………
25
BAB
V
AKSI  PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN / PROGRAM……………………………………………………….

31


5.1.
Tingkat Pencapaian Kegiatan / Program…………………....
31


5.2.
Kendala ………………………………………………………
33
BAB
VI
PENUTUP…………………………………………………………………….
34

          6.1.      Kesimpulan………………………………………………………………..
34

          6.2.      Rekomendasi Untuk KBPM Periode Berikut……………………………
35
DAFTAR  LAMPIRAN

















DAFTAR TABEL

Tabel 1. Data Penduduk Desa Bebae.............................................................        8  
Table 2. Mata Pencaharian Penduduk Desa Bebae .......................................        9
Tabel 3. Data Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Bebae .........................        10
Table 4. Data Guru ........................................................................................        11
Tabel 5. Sarana Dan Prasarana Air Bersih .....................................................        12
























DAFTAR LAMPIRAN

1.      Dokumentasi  
2.      Matrix Program Kerja KBPM
3.      Kalender Kegiatan Mahasiswa KBPM
4.      Struktur Pemerintah Desa
5.      Data Penduduk Desa Bebae
6.      Daftar Hadir Mahasiswa KBPM Desa Bebae Tahun 2015























DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Perkenalan dengan aparat desa dengan masyarakat di kantor Desa Bebae.
Gambar 2. Survei lokasi dikeempat dusun untuk penempatan program kerja tetap.
Gambar 3. Perkenalan dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD GMIT Bebae.
Gambar 4. Mahasiswa bersama guru melaksanakan latihan gerak jalan menyongsong HUT RI ke 70 tahun.dengan siswa SD GMIT Bebae.
Gambar 5. Pengambilan anakan pohon mahoni dan trambesi di tempat persamaian.
Gambar 6. Penanaman anakan pohon di lokasi yang terkena longsor.
Gambar 7. Penanaman anakan pohon di lokasi gereja dan rumah warga.
Gambar 8. Pemasangan papan nama gereja GMIT Efatha Hangngurao dan gereja GBI Galet.
Gambar 9. Pemasangan papan nama Kantor Desa, BPD dan PKK.
Gambar 10. Pemasangan papan nama perbatasan Desa.
Gambar 11. Pemasangan papan nama kepala dusun.
Gambar 12. Pemasangan papan nama ketua RT dan ketua RW.
Gambar 13. Mengikuti HUT RI ke 70 tahun.
Gambar 14. Pembuatan peta Desa Bebae.
Gambar 15. Mengikuti kerja bakti dengan seluruh masyarakat di kantor Desa Bebae.
Gambar 16. Mengikuti kerja bakti jumat bersih.
Gambar 17. Mengikuti STBM bersama petugas dari Desa Bebae.
Gambar 18. Melayat dirumah duka.
Gambar 19. Mengikuti padoa masal di kantor Bupati Sabu Raijua.
Gambar 20. Pelepasan mahasiswa dengan pemerintah kabupaten Sabu Raijua.



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang
Dengan adanya otonomi daerah maka timbulah berbagai dampak, diantaranya terjadi perubahan paradigma baru yaitu pertama, terjadi pergeseran otoritas pelaksanaan pembangunan dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah dan semangat buttom up planning dalam pembangunan. Kedua, memberi peluang yang lebih besar kepada daerah dalam kewenangan menentukan arah dan tujuan pembangunan berdasarkan potensi dengan segala permasalahan dan keterbatasan masing-masing daerah.
Perguruan Tinggi merupakan bagian terpenting yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut maka UKAW sebagai salah satu lembaga Pendidikan Tinggi yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai mitra pemerintah dan gereja turut bertanggung jawab dengan pengabdian diri guna membangun potensi dan pengotimalisasian program kerja produktif dari potensi desa yang ada.
Sebagai salah satu bentuk nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Tinggi Pengabdian) maka dilaksanakan Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) yang berlokasi di desa. Kegiatan tersebut merupakan suatu upaya untuk menggali informasi berupa SDM dan SDA dengan permasalahan dan keterbatasan yang ada di desa tersebut. KBPM juga merupaka suatu upaya bagaimana mahasiswa dan masyarakat saling bekerja sama menjadi mitra dalam usaha mengembangkan potensi desa yang ada.
Desa Bebae merupakan suatu wilayah yang ada di Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua Propinsi NTT, merupakan salah satu desa sasaran Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat oleh mahasiswa UKAW tahun 2015. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu Desa Bebae kedepan sesuai dengan arah dan tujuan pembangunan.

1.2.       Tujuan KBPM
Yang menjadi tujuan dari pelaksanaan KBPM adalah :
a.    Meningkatkan kemampuan mahasiswa sebagai kader pembangunan yang tinggi iman, tinggi ilmu dan tinggi pengabdian.
b.    Agar mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki kepada masyarakat desa.
c.    Mahasiswa memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat terhadap masalah-masalah kemasyarakatan dan mampu merumuskan alternatif pemecahannya.
d.   Mahasiswa mampu melaksanakan terapan IPTEK secara pragmatis, teamwork dan interdisipliner.
e.    Memahami nilai kepribadian, kemandirian, kewirausahaan dan jiwa peneliti.
f.     Agar masyarakat dapat belajar dan mengenal keadaan atau potensi di desa sendiri.
g.    Agar dapat menciptakan suatu relasi yang baik diantara mahasiswa dan masyarakat.
h.    Sebagai sumber belajar bagi UKAW dalam mengarahkan, mengembangkan dan merelevansikan orientasi keilmuannya pada tuntutan pembangunan Nusa Tenggara Timur.






1.3.       Manfaat KBPM
a.    Manfaat Bagi Mahasiswa :
*        Meningkatkan wawasan keilmuan dan kepedulian terhadap masyarakat pedesaan.
*        Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan masyarakat berdasarkan ilmu, teknologi dan seni secara lintas disipliner dan lintas sektor sehingga terbentuk rasa cinta terhadap kemajuan masyarakatnya.
*        Mahasiswa dapat belajar dari pengalaman dan ketrampilan praktis masyarakat desa.
*        Dapat membuat kajian dari kondisi pedesaan.
*        Bagi para serjana UKAW mempunyai komitmen yang kuat terhadap masalah-masalah kemasyarakatan dan sejalan dengan itu mampu meluruskan alternatif dan solusi.
b.    Manfaat Bagi Masyarakat :
*        Dapat mengembangkan tenaga dan pikiran untuk merencanakan, melaksanakan dan merefleksikan pembangunan didaerahnya.
*        Terbinanya kader pembangunan dalam masyarakat sebagai asset dalam akselerasi pembangunan setempat.
*        Dapat membuka wawasan masyarakat untuk mengembangkan potensi (SDM dan SDA) yang ada di desanya sesuai dengan tujuan dan arah pembangunan.
c.    Manfaat Bagi Intitusi :
Adanya sumbangan pemikiran yang terarah, logis, rasional, obyektif, tepat dan berdaya guna bagi pembangunan masyarakat desa.





1.4.       Sasaran KBPM
a.    Bagi Mahasiswa :
*        Menjadi relasi di tengah-tengah masyarakat.
*        Memperdalam pengertian/penghayatan mahasiswa tentang cara berpikir, cara bekerja secara interdisipliner/lintas sektoral dan tuntutan /kebutuhan masyarakat dalam pembangunan dengan aneka kompleksitas permasalahan, merumuskan dan menemukan alternatif pemecahan masalah.
*        Pendamping, motifasi dan penyuluhan kepada masyarakat desa dan menciptakan kondisi masyarakat desa untuk menjadi pemikir, perencana dan pelaksanaan pembangunan di desa.
*        Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan masyarakat berdasarkan ilmu, teknologi dan seni secara lintas disipliner dan lintas sektor sehingga terbentuk rasa cinta terhadap kemajuan masyarakatnya.
*        Menumbuhkan sikap kewirausahaan pada mahasiswa.
*        Mengkondisikan peta lingkungan, dusun dan desa untuk mengembangkan kesadaran masyarakat (sadar diri sadar lingkungan).
b.    Bagi Masyarakat :
*        Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran untuk merencanakan, melaksanakan dan merefleksikan pembangunan didaerahnya.
*        Meningkatkan cara berpikir, bersikap, bertindak serta memperluas wawasan seiring dengan irama kemajuan pembangunan.
*        Terbinanya kader pembangunan dalam masyarakat sebagai asset dalam akselerasi pembangunan setempat.
*        Memperoleh pengalaman dalam menggali potensi kreatif sebagai energilikal bagi kemajuan sesuai jati diri masing-masing.



c.    Bagi UKAW :
*        Mempererat dan meningkatkan kerjasama dengan pemerintah melalui rintisan dari mahasiswa KBPM dalam melaksanakan pembangunan.
*        Tenaga akademik UKAW memperoleh berbagai masukan yang berharga sebagai pengalaman dalam melaksanakan KBPM.
*        UKAW akan semakin mantap mengembangkan dan merelevansikan orientasi keilmuannya berdasarkan aksi refleksi selama KBPM berlangsung.
*        Ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada pada UKAW akan semakin terasa kemanfaatannya bagi kemajuan dan pembangunan.





















BAB II
HASIL PENGKAJIAN DESA SASARAN
2.1.       Deskripsi Umum Desa Sasaran
Desa Bebae berada di wilayah Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua Propinsi Nusa Tenggara Timur, dengan Bentangan wilayah Desa Bebae adalah dataran rendah di Dusun III dan IV  dan bentangan sungai sepanjang dusun I,III sampai ke dusun IV sedangkan dusun I  dan II  adanya dataran tinggi atau perbukitan. Di Desa Bebae terdapat banyak sumur gali yang dapat mengairi tanaman petani pada musim kering.
Batas wilayah Desa Bebae sebagai berikut :
Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Eyada Kecamatan Sabu Timur.
Ø Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tada Kecamatan Sabu Tengah.
Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Matei Kecamatan Sabu Tengah.
Ø Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Deme Kecamatan Sabu Liae.
Sarana transportasi cukup lancar dari dan ke Desa Bebae dan terletak cukup jauh dari kawasan perkantoran dan pertokoan dengan jarak ke Ibu Kota Kecamatan sejauh  7 Km² dan jarak ke Ibu Kota Kabupaten 25 Km².
2.2.       Sejarah Terbentuknya Desa Bebae
Berdasarkan observasi dan wawancara langsung dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat, dapat diketahui bahwa asal-usul Desa Bebae berasal dari zaman Belanda dan Jepang pada tahun 1965, wilayah ini di kenal dengan nama Bebae.
Bebae diambil dari kisah asal-usul keadaan wilayahnya yang aman dan tentram, yakni:
Masyarakat Desa Bebae terkenal dengan budaya dan adat istiadat yang ramah terhadap lingkungan sehingga dari kerukunan hidup antar sesama yang nampak sehari-hari  itulah yang menjadi alternatif bagi para leluhur sebagai tumpuan harapan supaya dari generasi ke generasi, turun temurun tetap dipertahankan menjadi motto hudup “bae-bae” selamanya.
Dari kisah tersebut diatas, maka diambil kesimpulan untuk ditetapkan motto hidup “BAE-BAE” menjadi nama yang ideal bagi Desa BEBAE.
Wilayah Desa sebelumnya masih diberi nama sebagai Desa Gaya Baru dan gelar bagi seorang pemimpin Desa adalah Temukung dan pembantunya disebut mandor.
Pemimpin yang pertama kali memimpin Wilayah Bebae (Desa Gaya Baru) adalah Temukung Luter Riwu Lakka dengan masa kepemimpinan dari tahun 1965-1966 dibantu oleh 3 (tiga) orang mandor.
Selanjutnya terjadi peralihan jabatan pemimpin baru, dan gelar kepemimpinan dirubah menjadi Kepala Desa sedangkan daerah kepemimpinan yang disebut sebagai Desa Gaya Baru dirubah dan ditetapkan menjadi Desa.
Kepala Desa yang pertama memimpin Desa Bebae adalah Zeth Hau Bale didampingi  Elius Labu sebagai Wakil Kepala Desa dengan masa kepemimpinannya dari tahun 1966-1967 dibantu oleh 4 (empat) orang mandor. Sementara menjabat sebagai Kepala Desa, Zeth Hau Bale melanjutkan pendidikan SMA di Seba dan roda Pemerintahan diambil alih oleh  Elius Labu sesuai hasil pemilihan Kepala Desa pada waktu itu. Elius Labu menjabat sebagai Kepala Desa dari tahun 1967-1998. Pada masa kepemimpinannya Mandor dirubah menjadi Dusun sebagai pelaksana tugas ditingkat bawah dengan pembantu-pembantu Dusun yaitu Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Keluarga (RK).
Kemudian digantikan oleh Ruben Rohi Mola  sebagai Kepala Desa dengan masa jabatan selama 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 1998-2003 tanpa merubah jumlah wilayah Dusun, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Keluarga (RK) yang ada. Selanjutnya digantikan oleh Nikolas Riwu Kadja  dengan masa jabatan selama 6 (enam) tahun yakni dari tahun 2003-2009. Sementara masa kepemimpinan Nikolas Riwu Kadja tahun 2006  terjadi pemekaran  Desa Bebae menjadi 2 (dua) bagian wilayah Desa yakni:
Sebelah Timur diberi nama Desa Eiada ( Desa Pemekaran ) dan sebelah barat ditetapkan sebagai Desa Induk yaitu Desa Bebae.
Desa Bebae dibagi atas 4 (empat) wilayah Dusun, 8 (delapan) Rukun Warga (RW) dan 16 (enam belas) Rukun Tetangga (RT).
Pada saat kepemimpinnya juga Rukun Keluarga (RK) di rubah menjadi Rukun Warga (RW).
Selanjutnya diganti lagi oleh Yulius Miha Radja sebagai Kepala Desa dengan masa kepemimpinannya dari tahun 2009-2015 dengan keadaan wilayah kepemimpinan dusun, RT dan RW tidak berubah, Kabupaten Sabu Raijua sudah ditetapkan menjadi Kabupaten Definitif.
Kemudian diganti oleh Dominggus Haba Gea yang sekarang menjabat sebagai Kepala Desa dengan masa kepemimpinan tahun 2015-2021.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sejak berdirinya Desa Bebae hingga pada saat ini telah terjadi 7 (tujuh) kali pergantian Kepala Desa seperti yang telah diuraikan diatas.

Tabel 1. Data Penduduk Desa Bebae
NO
DUSUN
JUMLAH
KK
JUMLAH JIWA
L
P
1
Turuhaga
45
89
95
2
Hili
51
114
104
3
Hangngurao  
54
123
104
4
Haidoi
66
162
145
Total
216
488
448
Total Jumlah Penduduk
936

Desa Bebae terdapat empat (4) dusun, yaitu :
·         Dusun I                       : Turu Haga
·         Dusun II         : Hili
·         Dusun III        : Hangngurao
·         Dusun IV        : Haidoi
Dengan jumlah RT sebanyak 16  dan RW sebanyak 8.
2.3.       Mata Pencaharian Penduduk Desa
Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Desa Bebae adalah bertani/bercocok tanam, berternak, berdagang, nelayan,  iris tuak dan masak gula air. Untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga, kaum ibu di desa Bebae juga mempunyai ketrampilan membuat kerajinan tangan berupa tenun ikat yang merupakan modal dasar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Table 2. Mata Pencaharian Penduduk Desa Bebae
No
Mata Pencaharian
Jumlah
1
Petani
519 orang
2
Nelayan
87 orang
3
PNS
2 orang
4
Pedagang
8 Orang
5
Lainnya
320 orang
Total
936 orang









2.4.       Agama dan Kepercayaan
Agama yang ada di Desa Bebae yaitu sebagian besar penduduk beragama Kristen Protestan sebanyak 928 orang dan 8 orang aliran kepercayaan Jingitiu.

2.5.       Sarana Peribadatan
Desa Bebae mempunyai (3) sarana peribadatan dengan rincian satu bangunan gereja GMIT Ephata hangngurao, satu bangunan gereja revormasi calvinis eilau dan gereja GBI Galet Hangngurao dengan fasilitas seadanya.



2.6.       Potensi Sumber Daya Manusia Dan Sumber Daya Alam
2.6.1.      Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)
Meningkatnya kualitas Sumber Daya Alam yang terdapat pada masyarakat desa Bebae yang potensial tidak terlepas dari adanya Sumber Daya Manusia. Dalam rangka meningkatkan pembangunan Nasional yang dinamis dan menyeluruh serta terpadu tentuhnya sangat memerluhkan Sumber Daya Manusia yang sehat jasmani dan rohani, yang berjiwa mandiri, cerdas, kreatif , disiplin tinggi dan penuh tanggung jawab dalam maningkatkan dan mengembangkan pembangunan Nasional disegala sektor kehidupan secara terarah dan terencana, dengan maksud inilah maka upaya pembangunan mengharapkan dan membutuhkan kualitas manusia yang handal dan mampu menggarapkan laju pertumbuhan pembangunan yang dinamis dengan tingkat kesejahteraan hidup manusia yang mengarah pada pemenuhan hidup manusia.
Adapun potensi-potensi SDM yang ada di desa Bebae diantaranya :
a.    Pendidikan
Desa Bebae memiliki sarana pendidikan sebanyak 3 unit yang terdiri dari 3unit PAUD, yakni PAUD Efrata Kasih Hangngurao, PAUD Keddi Hari, PAUD Efata dan 1 unit SD yakni SD GMIT Bebae.
 Berdasarkan hasil pengamatan, diskusi dan pendataan dalam bidang pendidikan maka diperoleh data di bawah ini :

Tabel 3. Data Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Bebae.
No.
Tingkat Pendidikan
Jumlah (Jiwa)
1.
Balita
126
2
PAUD
89
3.
SD
446
4.
SMP
63
5.
SMA
80
6.
D 1
-
6.
DII/DIII
2
7.
Serjana / S1
8
8.
Belum/Tidak Sekolah
122
Jumlah
936

Adapun sarana dan prasarana pendidikan yang ada di desa Bebae yaitu, SD GMIT Bebae, dengan masing-masing tenaga pengajar yang terbatas seperti terlihat pada table berikut :

Tabel 4. Data Guru.
I.
Tenaga Guru PAUD
Jumlah

Tenaga Honor
9

Tenaga Kontrak
-

PNS
-
III
Tenaga Guru SD GMIT Bebae


Tenaga Honor


Tenaga kontrak


PNS


b.    Kesehatan
Kesehatan merupakan aspek terpenting bagi setiap kehidupan manusia demi keberlangsungan hidupnya. Tubuh dan jiwa yang sehat akan memperluas ruang gerak masyarakat dalam bekerja untuk menata kehidupan.
Desa Bebae memiliki sarana dan prasarana kesehatan yaitu :
*        Masyarakat menyumbangkan tanahnya untuk mendirikan pustu.
*        Memiliki 1 unit Pustu yang berada di  dusun I.
*        Memiliki 1 unit polindes yang berada di dusun IV.
*        Pelayan posyandu dilakukan sebulan sekali dengan melibatkan kader-kader yang dipilih dari masyarakat Desa Bebae dan pelayanan kesehatan tidak hanya dikhususkan pada ibu hamil dan anak-anak, tetapi pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
2.6.2.      Potensi Sumber Daya Alam (SDA)
Dalam memajukan suatu segi pembangunan dalam segala sektor tidak saja hanya membutukan Sumber Daya Manusia namun perluh diimbangi dengan menunjang Sumber Daya Alam.
Terdapat beberapa data yang diperoleh dari hasil pengkajian seperti terlihat pada table dibawa ini:

Table 5. Sarana dan Prasarana Air Bersih
1.
Mata air
2
2.
Sumur gali
83
3.
Sumur pompa
-
4.
Pam
-
5.
Sungai
-
6.
Embung
3







Secara umum luas wilayah Desa Bebae 10,530 M2 yang terbagi dalam beberapa sektor yaitu sektor pertanian, peternakan, perikanan perdagangan dan kehutanan yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan keluarga.
2.7.       Peluang Pengembangan  Sumber Daya
2.7.1.      Peluang Sumber Daya Manusia (SDM)
a.    Peluang Bidang Pendidikan.
Usia wajib belajar Sekolah Dasar yaitu dari usia 6 sampai 12 tahun cukup banyak dapat dibekali dengan ilmu pengetahuan untuk mengelola Sumber Daya Alam yang baik. Di bidang pendidikan, masyarakat desa Bebae memiliki kemauan yang sangat minim untuk menempuh pendidikan.

b.    Peluang Bidang Kesehatan.
*   Tersedianya tempat untuk mendirikan pustu.
*   Pelayan posyandu dilakukan sebulan sekali dengan melibatkan kader-kader yang dipilih dari masyarakat Desa Bebae dan pelayanan kesehatan tidak hanya dikhususkan pada ibu hamil dan anak-anak, tetapi pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
*   Terdapat 1 unit pustu yang terbagi di Dusun I (Turuhaga).
*   Terdapat 1 unit polindes yang berada didusun VI (Haidoi).

c.    Peluang Bidang Sosial Budaya.
Rasa solidaritas dan kekeluargaan yang dimiliki masyarakat masih sangat tinggi. Hal ini dapat terlihat pada saat upacara kematian, perkawinan/pernikahan, gotong royong dalam bidang pertanian, gotong royong dalam kegiatan desa dan gotong royong dalam pembangunan rumah.

d.    Peluang Bidang Ekonomi.
Masyarakat desa Bebae memiliki hasil di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan memiliki ketrampilan dalam hal hasil pertanian, peternak, tenun ikat dan masak gula air yang di produksi masyarakat sebagai sumber ekonomi keluarga.

2.7.2.      Peluang Sumber Daya Alam (SDA)
a.    Peluang Bidang Pertanian
Desa Bebae memiliki lahan pertanian yang cukup luas yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jenis tanaman yang di tanam yaitu padi, jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan,  sayur-sayuran dan sebagainya. Beberapa potensi unggulan diatas dijadikan masyarakat sebagai sumber penghasilan pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
b.    Peluang Bidang Peternakan
Desa Bebae memiliki keunggulan dibidang peternakan, beberapa jenis ternak yang diandalkan antara lain sapi, kerbau, kambing, babi, domba, anjing dan ayam yang dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi keluarga.
Usulan strategis kepada Dinas Peternakan yaitu :
*        Mengadakan penyuluhan tentang cara-cara berternak yang baik.
*        Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang proses paronisasi (penggemukan) ternak.
*        Memberikan penyuluhan tentang teknik penanganan penyakit ternak dan pemberian bibit pakan ternak.
*        Memberikan bibit unggul ternak kepada masyarakat guna pengembangan bidang peternakan. 

c.    Peluang Bidang Perikanan
Masyarakat desa Bebae memilki keunggulan di bidang perikanan dimana ada sebagian masyarakat yang sudah memiliki motor laut (lampara) dan ada juga masyarakat yang memiliki pukat sehingga dapat di gunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
2.8.       Kelemahan
2.8.1.      Bidang Pendidikan
*        Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan.
*        Kurangnya tenaga pendidik (guru dan pegawai tata usaha).
*        Keadaan ekonomi masyarakat yang masih relatif rendah.
*        Jarak antara sekolah dengan tempat tinggal yang relatif jauh (4-15 Km).
*        Minimnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya.



2.8.2.      Bidang Kesehatan
*        Belum tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.
*        Kehadiran para kader dalam kegiatan posyandu tidak tepat waktu, sehingga memperlambat kegiatan posyandu.

2.8.3.      Bidang Sosial Budaya
Sistem adat yang dianut oleh masyarakat desa Bebae masih kuat sehingga masyarakat masih sangat sulit untuk menerima perubahan-perubahan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

2.8.4.      Bidang Ekonomi
*        Tidak adanya wadah (KUD atau sejenisnya) yang dapat menerima dan menampung produksi dan hasil karya masyarakat.
*        Belum adanya pengelolaan sistem manajemen yang handal.
*        Minimnya pengetahuan untuk mengelolah usaha tambak atau pertanian agar dapat berkembang sampai di luar desa.
*        Tidak adanya modal yang cukup untuk memperluas usaha tambak atau pertanian.
*        Tidak adanya sarana pasar bagi masyarakat untuk menjual beli hasil panen perkebunan dan kelautan.

2.8.5.      Bidang Pertanian
Kelemahan yang di jumpai pada bidang pertanian terletak pada cara pengolahannya yang masih bersifat tradisional, persiapan lahan yang kurang memadai dan kurang perhatian pada saat spesifikasi lahan, lahan pertanian yang masih berpindah-pindah dan masih berlakunya sistem tebang bakar serta proses penanaman yang bersifat polikultur.




2.8.6.      Bidang Peternakan
Beberapa kelemahan di bidang peternakan yaitu :
*        Pengetahuan masyarakat tentang perawatan dan pemelihaaraan ternak masih sangat minim sehingga usaha perkembang biakan ternak masih sangat rendah.
*        Kurangnya penegasan dari dinas peternakan tentang ketertiban dan cara memelihara ternak yang baik dan benar kepada masyarakat sehingga ada beberapa hewan yang dibiarkan berkeliaran.
*        Kurangnya penanaman pakan ternak sehingga produksi ternakpun masih rendah.
*        Cara pemeliharaan ternakpun masih bersifat tradisional.

2.8.7.      Bidang Perikanan
Adapun kelemahan di bidang perikanan yaitu :
*        Belum adanya tenaga penyuluhan budidaya ikan sehingga tidak ada pemeliharaan karena kurangnya ilmu pengetahuan dan pengalaman budidaya ikan yang dimiliki masyarakat.
*        Tidak adanya sarana pangkalan ikan untuk menjual hasil produksi penagkapan ikan bagi para nelayan.
2.9.       Hambatan
2.9.1.      Hambatan Bidang Pendidikan
*        Jarak antara tempat tinggal dengan sekolah cukup jauh (4-15 Km).
*        Lingkungan dimana anak-anak itu berada banyak terdapat anak-anak yang putus sekolah sehingga mereka yang bersekolahpun ikut terpengaruh dengan mereka yang tidak sekolah.
*        Minimnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Hal ini dapat terlihat pada jumlah anak usia sekolah yang tidak mengenal bangku pendidikan.
*        Minimnya sarana dan prasarana pendidikan misalnya pada SD GMIT Bebae yang kurangnya fasilitas pendidikan.
*        Minimnya tenaga pengajar / tenaga guru
*        Kondisi ekonomi keluarga. Umumnya masyarakat desa Bebae bermata pencaharian  bertani, berternak dan nelayan dengan demikian penghasilan yang diperoleh hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga ada keluarga tidak dapat menyekolahkan anaknya kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

2.9.2.      Hambatan Bidang Kesehatan
*        Tidak tersedianya tenaga medis.
*        Jarak tempat tinggal masyarakat dengan puskesmas cukup jauh (3 Km).
Usulan bagi dinas kesehatan untuk menempatkan tenaga medis yang tetap sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mencari tenaga medis.

2.9.3.      Hambatan Bidang Sosial Budaya
Adat dan tradisi yang khas dan unik tetap dipertahankan, berbagai nilai-nilai kekerabatan dalam berbagai acara seperti upacara perkawinan, upacara kematian secara gotong royong. Namun untuk mencapai suatu perubahan dipandang sulit bagi masyarakat. Tingkat kenakalan remaja pun masi tinggi sehingga menyebabkan konflik antar dusun.

2.9.4.      Hambatan Bidang Ekonomi
*        Tidak adanya modal untuk meningkatkan hasil produksi.
*        Minimnya pengetahuan masyarakat tentang manajemen ekonomi.
*        Tidak adanya system pengelolaan manajemen yang baik.

2.9.5.      Hambatan Bidang Pertanian
*        Tidak adanya petugas penyuluh pertanian yang memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
*        Minimnya sarana dan prasarana air sehingga banyak lahan pertanian yang tidak dapat di olah.
*        Minimnya pengetahuan masyarakat tentang cara-cara menanggulangi hama yang menyerang tanaman.
*        Tidak adanya lembaga ekonomi yang menyediakan modal kepada masyarakat untuk mengembangkan usahanya.
Melalui pengamatan dan wawancara langsung dengan masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian sesuai dengan potensi unggulan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Bebae maka peluang dan usulan strategis kepada pihak-pihak dinas pertanian Kabupaten Sabu Raijua adalah :
*       Perlu adanya penyuluhan dan pelatihan pertanian kepada masyarakat agar dapat merubah sistem pertanian tradisional ke semi tradisional.
*       Memberi bibit unggul dan menjelaskan cara-cara penggunaan bibit tersebut.
2.9.6.      Hambatan Bidang Peternakan
*        Belum adanya kesadaran masyarakat akan sosialisasi dari pemerintah yang berkaitan dengan bidang peternakan.
*        Tidak adanya peningkatan penanaman hijauan pakan ternak oleh masyarakat khususnya para peternak.
Usulan strategis kepada Dinas Peternakan yaitu :
*        Mengadakan penyuluhan tentang cara-cara berternak yang baik.
*        Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang proses paronisasi (penggemukan) ternak.
*        Memberikan penyuluhan tentang teknik penanganan penyakit ternak dan pemberian serta penanaman pakan ternak.
2.9.7.      Hambatan Bidang Perikanan
*        Tidak adanya tenaga penyuluh perikanan, sehingga masyarakat masih belum memiliki pengetahuan mengenai perikanan.





2.9.8.      Belum adanya pengetahuan dalam mengusahakan tambak
2.10.   Isu- Isu Perubahan Yang Fundamental.
1)        Isu-Isu Yang Positif
Ø  Masyarakat ingin adanya penyediaan air bersih bagi penduduk yang berada di perbukitan (dusun I, II dan III) Desa Bebae.
Ø  Mayarakat ingin mendapat bantuan rumah layak huni / rumah sehat.
2)        Isu-Isu Yang Negatif
Ø  Adanya konflik kepemilikan hak atas tanah di wilayah setempat.
Ø  Adanya Tingkat kenakalan remajah masi sangat tinggi.
Ø  Adanya konflik antara pemerintahan desa.
Ø  Adanya ternak warga setempat yang sering merusak perkebunan warga.

















BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH DAN RENCANA KEGIATAN

3.1.       Diskripsi Masalah Berdasarkan Bidang Pembangunan
Desa Bebae merupakan salah satu desa yang memiliki potensi alam yang baik dalam menunjang kebutuhan hidup. Pada umumnya aktifitas yang dilakukan atau yang dikerjakan oleh masyarakat adalah bertani. Dalam eksitensi masyarakat Bebae yang terbatas dengan pendidikan sangat mempengaruhi pertumbuhan pembangunan desa. Salah satu penghambat proses pembangunan adalah:
1.        Tingkat pendidikan
Pada umumnya tingkat pendidikan yang diraih oleh sebagian besar masyarakat Desa Bebae hanya mencapai tingkat SD. Selain itu menigkatnya jumlah anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Salah satu penyebabnya adalah minimnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pendidikan di Desa Bebae adalah:
1)        Jarak antara rumah siswa dengan sekolah yang jauh.
Berdasarkan pengamatan oleh mahasiswa KBPM, jarak terdekat antara rumah siswa dengan sekolah adalah 1-2 km dan jarak paling jauh 15 km.
2)        Sarana pendidikan yang terbatas.
Seperti pada SD GMIT Bebae yang belum memiliki sarana pendidikan yang memadai. Terbatasnya sarana pendidikan juga sangat mempengaruhi jalannya proses belajar mengajar di sekolah.
3)        Fasilitas pendidikan yang belum memadai.
Hal ini terlihat dari jumlah buku pelajaran yang sangat terbatas, minimnya penggunaan alat peraga yang sesuai dengan kurikulum pendidikan.
4)        Kurangnya tenaga guru atau pengajar. ini terlihat pada jam-jam pelajaran yang tidak dimanfaatkan dengan baik akibat kekurangan tenaga pengajar / tenaga guru.
2.        Hukum
Hak atas kepemilikan tanah,
Setelah melakukan pengamatan di lapangan ternyata sebagian warga Desa Bebae belum semua memiliki sertifikat tanah, menurut analisa KBPM  bahwa tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan melahirkan akibat hukum  yaitu berhubungan dengan  sengketa tanah dan akan menjadi masalah yang rumit untuk diselesaikan. Untuk itu perlu adanya upaya sosialisasi dan pensertifikasi tanah dari pemerintah sehingga masalah sengketa tanah dapat teratasi.
3.        Ekonomi
Selain tanah masyarkat Desa Bebae belum memiliki produksi modal dasar seperti modal, skil, dan mesin-mesin dalam pengoptimalisasikan SDA yang tersedia. Sekalipun ada kelompok-kelompok usaha di bidang pertanian namun belum ada masyarakat yang menggunakan manajemen yang baik dalam kelompok tersebut, hal ini ditandai dengan:
·      Tidak adanya jangka panjang dan jangka pendek.
·      Tidak ada modal yang cukup untuk memperluas usaha tambak atau pertanian.
·      Belum adanya pembagian kerja yang efektif.
·      Belum menjalankan fungsi penggerakan.
·      Kurangnya pengetahuan untuk mengatur keuangan.
Persoalan-persoalan di atas dapat menyebabkan :
·      Pendapatan laba yang tidak memuaskan, sehingga berkurangnya keinginan untuk melanjutkan usaha bertani.
·      Pengunduran diri anggota kelompok.


4.        Sosial
Berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, warga Desa Bebae masih sangat minim dimana fasilitas hidup belum terpenuhi, diantaranya adalah rumah yang dibangun belum sesuai dengan standar rumah sehat dan kurangnya prasarana dan sarana air bersih.
3.2.       Penentuan Masalah Berdasarkan Skala Prioritas Atau Urgensi
Berdasarkan persoalan-persoalan yang ada di Desa Bebae maka yang menjadi skala prioritas adalah “Minimnya SDM yang handal dan kompoten dalam memanfaatkan SDA”.
3.3.       Penentuan Rencana Kegiatan Berdasarkan Urgensi.
Berdasarkan masalah-masalah di atas maka mahasiswa KBPM tahun 2015 yang berasal dari berbagai Fakultas menyatuhkan persepsi dan menentukan rencana kegiatan sebagai berikut;
3.3.1.      Kegiatan Fisik
       Berdasarkan kondisi yang ada di masyarakat serta kesepakatan peserta KBPM, program kegiatan meliputi program fisik :
*      Pembersihan kantor desa Kuli
*      Pembersihan pustu
*      Pembersihan gereja
*      Pembuatan bedeng sayur
*      Memperbaiki jalan yang rusak
*      Pembersihan saluran air
*      Penanaman anakan mangrove

33.2  Kegiatan Nonfisik
        Dalam merencanakan kegiatan Nonfisik peserta KBPM 2014 yang berasal dari berbagai Fakultas melakukan hal-hal sebagai berikut:

a.    Diskusi antar peserta KBPM mengenai :
*        Penetapan pelaksanaan program kerja.
*        Kemampuan pelaksanaan.
*        Strategi pelaksanaan program.
*        Evaluasi tingkat pencapaian program.
b.    Kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat yaitu :
*      Penyuluhan tentang cara membuat bedeng
*      Mengikuti ibadah Ruma tangga
*      Mengikuti kebaktian di gereja paulus
*      Sosialisasi kepada masyarakat tentang UKAW dan tujuan KBPM yakni pelestarian dan peningkatan sumber daya air
*      Mengikuti acara Tu’u dirumah warga
*      Mengikuti rapat P3A


















BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN PROGRAM
Dari rencana program yang telah ditentukan maka pelaksanaan kegiatan diuraikan sebagai berikut:

4.1.       Kegiatan Fisik
*        Berkunjung ke rumah - rumah warga untuk melakukan observasi serta melakukan diskusi dengan warga. Kegiatan ini mulai dilaksanahkan sejak tanggal 07 Juli 2015. kegiatan ini diresponi oleh warga Desa Bebae, namun ada warga yang tidak berada di rumah saat perkunjungan oleh mahasiswa KBPM karena berbagai aktivitas warga yang cukup tinggi demi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
*        Kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar kantor Desa. Kegiatan ini dilaksanahkan pada tanggal 9 Juli dan 26 Agustus 2015 yang dilaksanahkan dengan baik.
*        Perkunjungan ke Dusun I-VII tanggal 22 Juli- 25 Agustus 2015.
*      Perkenalan dengan kepala sekolah dan seluruh siswa SD GMIT Bebae. Kegiatan ini mulai dilaksanahkan sejak tanggal 11 Agustus sampai 24 Agustus 2015 dan hasilnya banyak siswa yang punya kemauan untuk belajar, namun ada sebagian siswa yang belum menguasai bahasa Indonesia secara baik.
*        Penyiraman anakan sengon dan trambesi yang dilaksanahkan setiap hari.
*        Pengambilan data jumlah KK disetiap Dusun.
*        Membantu kepala sekolah beserta guru-guru SD GMIT Bebae dalam proses belajar mengajar.
*        Bekerja sama pada acara pernikahan dan melayat ke rumah duka bersama masyarakat desa  dan acara pado’a.

4.2.       Kegiatan Nonfisik
Dalam merencanakan kegiatan Nonfisik peserta KBPM 2015 yang berasal dari berbagai Fakultas melakukan hal-hal sebagai berikut :
a.         Diskusi antar peserta KBPM mengenai :
*        Penetapan pelaksanaan program kerja.
*        Kemampuan pelaksanaan program kerja.
*        Strategi pelaksanaan program kerja.
*        Evaluasi tingkat pencapaian program kerja.
Beberapa poin diatas yang berkaitan dengan diskusi antara peserta KBPM dilaksanahkan tanggal 08-14 Agustus 2015.
b.        Kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat yaitu :
*        Perkenalan dengan Aparat Desa yang dilaksanahkan tanggal 7 Juli 2015 dan mendapat respon baik dari aparat desa setempat.
*        Diskusi bersama pemerintah Desa, tokoh masyarakat, pemuda dan kelompok usaha tani mengenai hambatan dan persoalan yang terjadi di Desa Bebae. Dengan adanya respon baik dari aparat desa, tokoh masyarakat pemuda dan kelompok usaha tani sehingga program ini berjalan dengan baik meskipun hanya sebagian kecil anggota yang hadir.
*        Ikut serta dalam rapat desa dan sosialisasi STBM bersama panitia STBM dari kabupaten Sabu Raijua.
*        Mengikuti ibadah pemuda, ibadah rumah tangga dan ikut serta memimpin ibadah.
*        Mengikuti acara adat pernikahan, melayat dan pado’a.







Table 1. Data Penduduk Desa Bebae.
NO
DUSUN
JUMLAH
KK
JUMLAH JIWA
L
P
1
Turuhaga
45
89
95
2
Hili
51
114
104
3
Hangngurao  
54
123
104
4
Haidoi
66
162
145
Total
216
488
448
Total Jumlah Penduduk
936


*         
*         
*         
*         

*        Melakukan monitoring mengenai kegiatan fisik. Kegiatan ini dilaksanahkan setelah berlangsungnya kegiatan fisik.
*        Pemberian kursus mata pelajaran bahasa Inggris dan pelatihan sepak bola pada anak-anak usia sekolah. Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional dan sesuai tuntutan pendidikan maka  anggota KBPM dari Fakultas KIP  bahasa Inggris memberikan bimbingan melalui kursus bahasa Inggris kepada anak-anak usia sekolah sesuai tingkat pendidikan. kegiatan ini mendapat respon baik dari para orang tua dan anak-anak.














BAB V
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN
5.1.       Tingkat Pencapaian Program
Dari hasil pelaksanaan kegiatan / program di Desa Bebae selama kurang lebih dua bulan, dapat diuraikan sebagai berikut :
a.        Kegiatan Non fisik
No.
Jenis Kegiatan
Lokasi
Tingkat Pencapaian
1
Pertemuan dan perkenalan  diri dengan Bapak Bupati Sabu raijua.
Kantor Bupati Sabu Raijua
100 %
2
Rapat penetapan program kerja mahasiswa KBPM.
Kantor desa Bebae
100 %
3
Pengenalan maksud dan tujuan kehadiran mahasiswa KBPM.
Kantor Desa
Bebae
100 %
4
Perekapan data penduduk dan profil Desa.
Kaur Pemerintahan
100 %
5
Rapat bersama persiapan panitia dalam menyambut HUT RI ke 70 tahun.
Kantor Camat Sabu Tengah
100 %
6
Pengajuan proposal permohonan bantuan dana.
Kantor Bupati dan Dinas Kehutanan.
50 % proposal tidak terjawab oleh bapak Bupati yang terjawab adalah anakan pohon (sengon dan tram besi).
7
Mengikuti Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Kantor Desa Bebae
100 %
8
Mengikuti diskusi dan pemutaran film program kerja bapak Bupati Sabu Raijua bersama masyarakat.
Rumah Kapala Desa Bebae
100 %
9
Mengikuti kegiatan pado’a masal.
Kantor Bupati Sabu Raijua
100 %

b.        Kegiatan Fisik
No.
Jenis kegiatan
Lokasi
Tingkat pencapaian
1.
Kerja bakti membersihan lingkungan kantor Desa Bebae.
Kantor Desa Bebae
100 %
2
Kerja bakti jumat bersih
Jalan-jalan umum
100 %
3
Perkunjungan ke rumah-rumah warga dalam rangka perkenalan dan observasi serta diskusi dengan warga setempat.
Rumah warga

80 % (ada warga yang tidak berada di rumah saat perkunjungan)
4
Pengambilan data penduduk dan profil Desa.
Kaur Pemerintahan
100 %
5
Penanaman anakan pohon sengon, trambesi  dan penyiraman setiap hari

Lokasi yang terkena longsor, rumah warga dan gereja.


100 %

6
Pemasangan papan nama Desa, BPD dan PKK.
Kantor Desa Bebae

100 %
7
Pemasangan papan nama aparat Desa Bebae.
Rumah-rumah aparat Desa Bebae.
100 %
8
Pemasangan papan nama jalan
Desa Bebae
100 %
9
Pemasangan papan nama gereja GMIT Efatha Hangngurao, GBI Galet.


Desa Bebae


100 %
10
Pemasangan papan nama perbatasan Desa
Perbatasan antara Desa Tada dengan Desa Bebae
100 %
11
Mengikuti pertandingan dalam menyongsong HUT RI
ke 70 tahun.
Kantor Camat Sabu Timur


100 %
12
Mengikuti pendataan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Dusun I-IV
100 %
13
Pembuatan peta Desa Bebae
Rumah Bapak Kaur Pemerintahan Desa
100%

Tingkat pencapaian kegiatan / program yang sudah dilaksanakan berdasarkan masing-masing bidang sudah sebagian menjawab kebutuhan masyarakat Desa Bebae.
5.2.       Kendala
Ada beberapa hambatan yang dialami oleh peserta KBPM selama melaksanakan kegiatan / program yaitu :
v  Mayoritas Mata Pencaharian Masyarakat
Pada umumnya tingkat aktivitas masyarakat Desa Bebae yang cukup padat, dengan mata pencaharian sehari-hari bertani, berternak, nelayan dan berdagang sehingga mereka lebih memfokuskan pada kesibukannya masing-masing demi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
v  Mahasiswa tidak dapat mengumpulkan warga karena aktivitas warga yang cukup tinggi.
v  Minimnya kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.
v  Tidak adanya mahasiswa dari fakultas pertanian yang dapat memberikan sosialisasi pada bidang pertanian.









BAB VII
PENUTUP
7.1.       Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :
*      Desa Bebae berada di wilayah Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua Propinsi Nusa Tenggara Timur, dengan Bentangan wilayah Desa Bebae adalah dataran rendah di Dusun II dan Dusun IV. Bentangan sungai sepanjang dusun I,II sampai ke dusun IV sedangkan dusun I dan II  adanya dataran tinggi atau perbukitan. Di Desa Bebae terdapat banyak sumur gali yang dapat mengairi tanaman petani pada musim kering. Desa Bebae memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik namun belum di Bina secara maksimal karena minimnya tingkat pendidikan.
*        Potensi Sumber Daya Alam yang melimpah namun belum di manfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan dan informasi yang jelas serta kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang.
*        Masyarakat Desa Bebae hidup dengan kemampuan yang terbatas tetapi mempunyai sumber daya yang cukup melimpah. Hal ini di indikasikan oleh lahan tidur yang luas, dan daya jual aneka komoditi yang penting seperti padi, gula air, kacang tanah, kacang hijau dan jagung. Aneka ternak seperti sapi, kambing, babi, domba, ayam serta kehutanan seperti kayu jati yang dapat menunjang kebutuhan hidup masyarakat setempat.
*        Potensi Nonfisik seperti sosial budaya yang telah tertata dengan baik dapat dimanfaatkan.
*        Keberadaan mahasiswa dilokasi KBPM pada dasarnya merupakan penerapan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat. Selain itu kehadiran mahasiswa ditengah masyarakat hendaknya membawa angin segar bagi masyarakat yang mendambakan suatu kemajuan hidup melalui pembangunan, namun karena berbagai hambatan dan keterbatasan, mahasiswa KBPM tidak banyak memberikan yang lebih bagi kehidupan masyarakat Desa Bebae.

7.2.       Rekomendasi Kegiatan Untuk KBPM Berikutnya
Pada umumnya masyarakat Desa Bebae lebih menggunakan program fisik yang nyata dan memiliki nilai tambah secara langsung demi memperbaiki kehidupan mereka dimasa mendatang.
Sekalipun dalam jangka waktu yang sangat singkat namum peserta KBPM mampu menyimpulkan berbagai venomena yang terjadi bahwa pengembangan pengetahuan yang berhubungan langsung dengan pola pikir mereka.
Kepada pihak UKAW agar peserta KBPM berikutnya di Desa Bebae dapat melanjutkan motivasi dan sosialisasi dibidang pendidikan, pertanian, peternakan, ekonomi dan sosial budaya. Selain itu pihak UKAW juga diharapkan agar dapat menempatkan mahasiswa dari Fakultas Pertanian di Desa Bebae pada KBPM berikutnya.

























\
LAMPIRAN 


 

 

Gambar 1. Perkenalan dengan Aparat Desa dan Masyarakat di Kantor Desa Bebae



 Gambar 2. Survei Lokasi di ke Empt Dusun untuk Penetapan Program Kerja
 

Gambar 3. Perkenalan dan Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar di SD GMIT Bebae
 



















Gambar 4. Mahasiswa Bersama Guru Melaksanakan Latihan Gerak Jalan Menyongsong HUT RI ke 70 dengan Siswa SD GMIT Bebae

                          










Gambar 5. Pengambilan Anakan Pohon Sengon dan Tram Besi Di Tempat Persamaian
                                  



                      Gambar 6. Penanaman Anakan Pohon di Lokasi yang Terkena Longsor
 



                
           Gambar 7. Penanaman Anakan Pohon di Lokasi Geraja dan Rumah Warga
 






Gambar 8. Pemasangan Papan Nama Geraja GMIT Efatha Hangngurao dan Gereja GBI Galet
 



 Gambar 9. Pemasangan Papan Nama Kantor Desa, BPD dan PKK
 
 
   Gambar 10. Pemasangan Papan Nama Perbatasan Desa
 

 


Gambar 11. Pemasangan Papan Nama Kepala Dusun
 
  

 Gambar 12. Pemasangan Papan Nama Ketua RT dan Ketua RW


 Gambar 13. Mengikuti HUT RI Ke 70 Tahun
 
 
 Gambar 14. Pembuatan Peta Desa Bebae

 


 Gambar 15. Mengikuti Kerja Bakti Bersama Masyarakat di Kantor Desa

 










Gambar 16. Mengikuti Kerja Bakti Jumat Bersih
 










Gambar 17. Mengikuti STBM bersama Petugas dari Desa Bebae
 










Gambar 18. Melayat di Rumah Duka

 '
 Gambar 19. Mengikuti Padoa Masal di Kantor Bupati Sabu Raijua
 
 

 Gambar 20. Pelepasan Mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua



MATRIKX PROGRAM KERJA KBPM
UKAW TAHUN 2015
DESA MEBAE

NO
HARI/TANGGAL
JENIS KEGITAN
LOKASI
1
Sabtu 04 Juli 2015
Keberangkatan mahasiswa ke lokasi KBPM.
Kampus UKAW
2
Minggu 05 Juli 2015
-   Tiba di rumah kepala Desa
-   Masak bersama di rumah kepala Desa untuk makan bersama
-   Menuju ke tempat penginapan
-   Istirahat
-    Rumah kepala desa
-    Rumah kepala Desa

-    Tempat penginapan
-    Tempat penginapan
3
Senin 06 Juli 2015
-   Pertemuan dengan Bapak Bupati Sabu Raijua
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor bupati

-    Tempat penginapan
4
Selasa 07 Juli 2015
-   Perkenalan dengan seluruh aparat Desa.
-   Survei lokasi di keempat dusun yang ada di desa bebae
-   Mengikuti kumpulan pemuda
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor Desa

-    Rumah warga

-    Rumah warga
-    Tempat penginapan
5
Rabu 08 Juli 2015
-   Penetapan program kerja tetap makasiswa KBPM.
-   Pengajuan proposal permohonan bantuan dana ke kantor bupati,kantor kehutanan dan kesra
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Tempat penginapan

-    Kantor Bupati

-    Tempat penginapan
6
Kamis 09 Juli 2015


-   Pengambilan anakan pohon di tempat persamaian
-   Pembersihan Kantor Desa
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kujiratu

-    Kantor Desa
-    Tempat penginapan
7
Jumat 10 Juli 2015
-   Penanaman anakan pohon Sengon, Trambesi
-   Penanaman anakan pohon Sengon, Trambesi
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Lokasi yang terkena longsor
-    Gereja dan rumah warga
-    Tempat penginapan
8
Sabtu 11 Juli 2015
-   Bersama aparat Desa ikut melayat ke rumah duka di Dusun 1
-   Mengikuti kebaktian pemuda.


-   Doa malam
-    Turuhaga

-    Gereja GMIT Efatha Hangungurao
-    Tempat penginapan
9
Minggu 12 Juli 2015
-   Mengikuti kebaktian minggu raya


-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangungurao
-    Tempat Penginapan
10
Senin 13 Juli 2015
-   Penanaman anakan pohon sengon dan trambesi.
-   Doa malam
-    Rumah Warga

-    Tempat Penginapan
11
Selasa 14 Juli 2015
-   Rapat bersama aparat desa dan seluruh masyarakat Desa Bebae.
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor Desa

-    Tempat Penginapan
12
Rabu 15 Juli 2015
-   Penanaman anakan pohon sengon dan trambesi
-   Doa malam
-    Runah gereja

-    Tempat penginapan
13
Kamis 16 Juli 2015
-   Perkunjungan ke rumah-rumah warga
-   Doa malam
-    Rumah warga

-    Tempat penginapan
14
Jumat 17 Juli 2015
-   Pertemuan dengan bapak desa untuk pembahasan program kerja kami.
-   Doa malam
-    Rumah Kepala  Desa
-    Tempat penginapan
15
Sabtu 18 Juli 2015
-   Kunjungan Aparat desa ke tempat penginapan
-   Mengikuti kupulan pemuda

-   Doa malam
-    Tempat penginapan

-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
-    Tempat penginapan
16
Minggu 19 Juli 2015
-   Mengikuti Kebaktian utama

-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
-    Tempat penginapan
17
Senin 20 Juli 2015
-   Pemotongan papan nama Desa, gereja, dusun, RT, RW dan Jalan
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Tempat penginapan

-    Tempat penginapan
18
Selasa 21 Juli 2015
-   Pembelian bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan papan nama Desa, gereja, dusun, RT, RW dan Jalan
-   Evaluais
-   Doa malam
-    Toko Seba

-    Tempat penginapan

19
Rabu 22 Juli 2015
-   Perkunjungan ke Dusun I-IV
-   Doa malam
-    Desa Bebae
-    Tempat penginapan
20
Kamis-Sabtu 23-25 Juli 2015
-   Pengerjaan papan nama Desa, gereja, dusun, RT, RW dan Jalan
-   Doa malam
-    Tempat penginapan

-    Tempat penginapan
21
Minggu 26 Juli 2015
-   Mengikuti Kebaktian utama


-     Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao.

-    Tempat penginapan
22
Senin-Jumat  27-31 Juli 2015
-   Pengerjaan lanjutan papan nama Desa, gereja, dusun, RT, RW dan Jalan.
-   Doa malam
-    Tempat penginapan

-    Tempat penginapan
23
Sabtu 01 Agustus 2015
-   Istrahat
-   Mengikuti ibadat pemuda
-    Tempat penginapan
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
24
Minggu 02 Agustus 2015
-   Mengikuti Kebaktian minggu raya

-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao.
-    Tempat penginapan
25
Senin-Rabu 03-05 Agustus 2015
-   Pengerjaan lanjutan papan nama Desa, gereja, dusun, RT, RW dan Jalan.
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Geraja GMIT Efatha Hangngurao

-    Tempat penginapan
26
Kamis 06 Agustus 2015
-   Pemasangan papan nama Desa, BPD dan PKK.
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor Desa

-    Tempat Penginapan
27
Jum’at 07 Agustus 2015
-   Mengikuti kerja bakti jumat bersih bersama masyarakat.
-   Mengikuti STBM di dusun IV.
-   Evakuasi
-   Doa Malam
-    Dusun III

-    Haidoi
-    Tempat Penginapan
28
Sabtu 08 Agustus 2015
-   Mengikuti ibadat pemuda GMIT Efatha Hangngurao
-   Doa malam
-    Geraja GMIT Efatha Hangngurao
-    Tempat penginapan
29
Minggu 09 Agustus 2015
-   Mengikuti Kebaktian uatama di gereja GMIT Efatha Hangungurao

-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao.
-    Tempat penginapan
30
Selasa 11 Agustus 2015
-   Perkenalan dengan kepala sekolah SD GMIT Bebae
-   Evaluasi
-   Doa malam
-     SD GMIT Bebae

-    Tempat penginapan-
31
Rabu 12 Agustus 2015
-   Membantu guru mengajar dan mendampingi siswa SD GMIT Bebae.
-   Evaluasi
-   Doa Malam
-    SD GMIT Bebae

-    Tempat penginapan
32
Kamis 13 Agustus 2015
-   Mengikuti rapat bersama dengan seluruh aparat Desa dan masyarakat
-   Evaluasi
-   Doa Malam
-    Kantor Desa

-    Tempat Penginapan
33
Jumat 14 Agustus 2015
-   Pertemuan dengan DPL
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Rumah kepala desa

-    Tempat Penginapan
34
Sabtu 15 Agustus 2015
-   Mengajar dengan para siswa SD GMIT Bebae
-   Pemeriksaan penggalian MCK bagi masyarakat yang mendapatkan bantuan.
-   Mengikuti Ibadat pemuda
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    SD GMIT Bebae

-    Ruamah warga

-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
-    Tempat penginapan
35
Minggu 16 Agustus 2015
-   Mengikuti Kebaktian minggu raya


-   Berpindah tempat penginapan ke rumah kepala desa Bebae
-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao.
-    Rumah kepala desa

-    Tempat penginapan
36
Senin 17 Agustus 2015
-   Mengikuti HUT Kemerdekaan RI ke – 70 tahun 2015
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor camat Sabu Tengah

-    Tempat penginapan
37
Selasa 18 Agustus 2015
-   Pemasangan papan gereja GMIT Efatha Hangungurao.
-   Pemasangan papan nama gereja GBI Galet
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao.
-    Gereja GBI Galet
-    Tempat penginapan
38
Rabu 19 Agustus 2015
-   Pengambilan profil Desa
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor Desa
-    Tempat penginapan
39
Kamis 20 Agustus 2015
-   Pengambilan data di sekolah SD GMIT Bebae.
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    SD GMIT Bebae

-    Tempat penginapan
40
Jum’at 21 Agustus 2015
-   Pemasangan papan nama perbatasan Desa, Dusun, RT, RW dan jalan.
-   Evaluasi
-   Doa Malam
-    Desa Bebae

-    Tempat penginapan
41
Sabtu 22 Agustus 2015
-   Mengikuti kerja bakti bersama seluruh masyarakat
-   Mengikuti pembagian beras raskin
-   Mengikuti ibadat pemuda
-    Kantor Desa

-    Kantor Desa
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
42
Minggu 23 Agustus 2015
-   Mengikuti kebaktian minggu raya

-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
-    Tempat penginapan
43
Senin-Selasa 24-25 Agustus 2015
-   Persiapan mengikuti kegiatan pado’a masal
-   Doa malam
-    Tempat penginapan

-    Tempat penginapan
44
Rabu 26 Agustus 2015
-   Mengikuti kegiatan pado’a

-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor bupati Sabu Raijua
-    Tempat penginapan
45
Kamis 27 Agustus 2015
-   Mengikuti kerja bakti (pembersihan) dengan masyrakat
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor Desa

-    Tempat penginapan

46
Jumat 28 Agustus 2015
-   Mengikuti kegiatan STBM bersama aparat desa beserta masyrakat.
-   Evaluasi
-   Doa malam
-    Kantor desa

-    Tempat penginapan
47
Sabtu  29 Agustus 2015
-   Mengikuti ibadat pemuda di gereja GMIT Efatha Hangngurao
-   Mengikuti pemutaran film program Bupati Sabu Raijua.
-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
-    Rumah kepala desa

-    Tempat penginapan
48
Minggu 30 Agustus 2015
-   Mengikuti kebaktian utama di gereja GMIT Efatha Hangngurao
-   Doa malam
-    Gereja GMIT Efatha Hangngurao
-    Tempat penginapan
49
Senin 31 Agustus 2015
-   Belanja bumbu masak untuk acara perpisahan
-   Doa malam
-    Pasar Seba

-    Tempat penginapan
50
Selasa 01 Septenber 2015
-   Persiapan untuk acara perpisahan dengan seluruh aparat desa dan masyarakat.
-   Doa malam
-    Tempat penginapan

-    Tempat penginapan
51
Rabu 02 September 2015
-   Acara perpisahan mahasiswa KBPM dengan perangkat dan seluruh masyarakat Desa Bebae.
-    Tempat penginapan.
52
Kamis 10 September 2015
-   S  a  y  o  n  a  r  a…
-    T  a  b  a  l  e











KELENDER KEGIATAN MAHASISWA KBPM
No.
Hari/Tanggal
Jenis kegiatan
Lokasi
Tingkat pencapaian


1.


Kamis 9 Juli 2015
Kerja bakti membersihan lingkungan kantor Desa Bebae.


Kantor Desa Bebae


100 %
2
Jumat 7 Agustus 2015

Kerja bakti jumat bersih
Jalan-jalan umum
100 %



3



Selasa 7 Juli 2015
Perkunjungan ke rumah-rumah warga dalam rangka perkenalan dan observasi serta diskusi dengan warga setempat.



Rumah warga


80 % (ada warga yang tidak berada di rumah saat perkunjungan)

4

Rabu 19 Agustus 2015
Pengambilan data penduduk dan profil Desa.

Kaur Pemerintahan

100 %



5



Jumat 10 Juli 2015
Penanaman anakan pohon sengon, trambesi  dan penyiraman setiap hari

Lokasi yang terkena longsor, rumah warga dan gereja.


100 %


6

Kamis 6 Agustus 2015
Pemasangan papan nama Desa, BPD dan PKK.

Kantor Desa Bebae

100 %

7

Senin 05 Agustus 2015
Pemasangan papan nama aparat Desa Bebae.
Rumah-rumah aparat Desa Bebae.

100 %

8

Senin 03 Agustus 2015
Pemasangan papan nama jalan

Desa Bebae

100 %

9

Senin 03 Agustus 2015
Pemasangan papan nama gereja GMIT Efatha Hangngurao, GBI Galet.

Desa Bebae

100 %

10

Jumat 21 Agustus 2015
Pemasangan papan nama perbatasan Desa
Perbatasan antara Desa Tada dengan Desa Bebae

100 %



11



Sabtu 22 Agustus 2015
Mengikuti pertandingan dalam menyongsong HUT RI
ke 70 tahun.

Kantor Camat Sabu Tengah


100 %


12


Jumat 28 Agustus 2015
Mengikuti pendataan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)


Dusun I-IV


100 %


13


Sabtu 30 Agustus 2015
Pembuatan peta Desa Bebae
Rumah Bapak Kaur Pemerintahan Desa


100%




STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA
DESA BEBAE, KECAMATAN SABU TENGAH, KABUPATEN SABU RAIJUA